KONSEPSI SISTEM KREDIT SEMESTER

 

  1. A.    Pengertian Sistem Kredit Semester (SKS)

Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri bebanbelajar dan matapelajaran yang diikuti untuk setiap semester pada satuan pendidikan. Satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal tatap muka per minggu sebanyak 1 jam teori atau 2 jam praktikum sekolah, atau 4 jam kerja lapangan/praktek industri. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit.

Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Semester adalah satuan waktu kegiatan belajar efektif,  terdiri atas 17 sampai 19 minggu yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada satuan pendidikan termasuk kegiatan penilaian.  Semester reguler adalah semester yang dilaksanakan antara bulan Juli-Desember (semester gasal) dan Januari-Mei (semestar genap) tiap tahun. Semester pendek adalah semester di antara dua semester reguler, yaitu antara bulan Juni-Agustus.

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan.

Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

Mata pelajaran wajib adalah semua mata pelajaran normatif dan adaptif, mata pelajaran dalam kelompok mata pelajaran dasar kejuruan, dan mata pelajaran dalam kelompok spesialisasi dari Bidang Keahlian yang terkait. Mata pelajaran pilihan adalah mata pelajaran yang disediakan bagi peserta didik bagi pengembangan karir ke depan berdasarkan minat dan spesialisasi. Kurikulum dengan SKS perlu menyediakan sejumlah mata pelajaran pilihan bagi peserta didik dengan sejumlah sks tertentu.

  1. B.    Karakteristik SKS

Karakteristik Sistem Kredit Semester

  1. Dalam SKS, tiap mata pelajaran diberi harga (bobot) yang namanya  kredit.
  2. Besarnya nilai kredit untuk mata pelajaran yang berlainan tidak perlu sama.
  3. Besarnya nilai kredit untuk masing-masing mata pelajaran ditentukan atas besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program tatap muka teori (TMT), praktikum sekolah (PS), tugas lapangan/praktek Industri (PI).
  4. Kegiatan yang disediakan terdiri atas kegiatan wajib dan kegiatan pilihan. Kegiatan wajib merupakan kegiatan yang harus diikuti semua peserta didik. Kegiatan pilihan merupakan kegiatan yang disediakan untuk menjadi alternatif bagi upaya meningkatkan kompetensi peserta didik.
  5. Dalam batas tertentu, peserta didik mendapatkan kebebasan untuk menentukan :
    1. Banyaknya satuan kredit yang diambil untuk tiap semester.
    2. Jenis kegiatan studi yang diambil untuk tiap-tiap semester.
    3. Jangka waktu untuk menyelesaikan beban studi.
    4. Banyaknya satuan kredit semester yang dapat diambil oleh peserta didik pada suatu semester ditentukan oleh indeks prestasi semester sebelumnya dan kemungkinan kondisi yang melatarbelakangi studi peserta didik (kecuali untuk semester awal harus sudah ditentukan).
      1. C.    Tujuan SKS

 

Secara umum tujuan SKS adalah agar satuan pendidikan dapat menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel, untuk memberikan peluang kepada peserta didik memilih program pembelajaran menuju pada suatu jenjang profesi tertentu.

Secara khusus, tujuan penerapan SKS adalah untuk:

1.   Memberikan kesempatan kepada para peserta didik yang cakap dan giat belajar, agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat mungkin.

2.   Memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat mengambil mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.

3.   Memberikan kemungkinan sistem pendidikan untuk mewujudkan keseimbangan antara input dan output.

4.   Mempermudah penyesuaian kurikulum tingkat satuan pendidikan dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

5.   Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar peserta didik dapat diselenggarakan dengan baik.

6.   Memungkinkan pengalihan kredit antar program keahlian  dalam satu satuan pendidikan atau perpindahan (transfer) dari satuan jenis pendidikan lain ke SMK atau antar program keahlian di SMK yang menggunakan SKS maupun sistem paket melalui konversi.

7.   Meningkatkan kemungkinan keterlaksanaan prinsip multy entry dan multy exit.

  1. Manfaat Penerapan SKS

1.   Menyesuaikan dengan kecepatan belajar setiap peserta didik.

2.   Mempersingkat waktu penyelesaian studi bagi peserta didik yang berkemampuan dan berkemauan tinggi.

3.   Peserta didik dapat mengembangkan potensi diri sesuai dengan kemampuannya.

4.   Meningkatkan kemandirian peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s